Hati-hati Kena Tipu, Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Rumah


Banyak konsumen yang merasa dirugikan berhubungan pembelian rumah. Dari 20 aduan konsumen yang diterima Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), 50% berhubungan pembelian rumah.

Lantas, bagaimana tahapan antisipasi supaya konsumen terhindar dari hal-hal yang bisa merugikan mereka?

Koordinator Komisi Advokasi BPKN Rizal E Halim menyatakan memang agak sulit untuk konsumen mengayomi diri supaya tidak dirugikan, dalam urusan ini berhubungan pembelian rumah. Namun, sederhananya, urusan kesatu yang harus dicermati ialah si developer perumahan.

"Pertama yang perlu diacuhkan memang apakah si developer telah mempunyai izin sah dari pihak bersangkutan," katanya dalam konferensi pers di kantor BPKN, Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Ada tidak sedikit hal yang dapat dicermati berhubungan dengan izin yang dipunyai oleh developer dalam menegakkan perumahan. 

"Nah izin pengembang seringkali bersangkutan tidak sedikit hal, baik izin pemakaian lahan, rencana tata ruang lahan atau distrik di kabupaten dan kota tergolong izin menegakkan bangunan," paparnya.

"Jadi ini mesti diperiksa oleh calon konsumen. Biasanya bila kita hendak beli lokasi tinggal enggak perhatiin tersebut lagi. Sudah pokoknya tersedia, terdapat pemasaran anda pengen, anda tidak akan menanyakan tersebut lagi," sambung dia.

Untuk lebih menyadarkan konsumen terhadap potensi yang merugikan mereka saat membeli rumah, kata dia, BPKN meminta masyarakat lebih berhati-hati sebelum mengerjakan transaksi.

"Masyarakat dan konsumen guna hati-hati dalam memilih perumahan sebab persoalannya pelik, khususnya seringkali bersangkutan sertifikat, karena seringkali untuk kompleks sertifikatnya ialah sertifikat induk yang melewati proses solusi di BPN (Badan Pertanahan Nasional)," jelasnya.

Dalam urusan ini, prosesnya butuh dimonitor dengan baik supaya si developer tidak melakukan nakal. "Nah bila proses ini tidak dimonitor dengan baik, (sertifikat) ini dapat diagunkan dan sebagainya," ungkapnya.

Konsumen pun diimbau guna mencek garansi dari developer terhadap kompleks yang dipasarkan, apakah sertifikat induk yang dimaksud memang benar adanya, atau tidak.

"Memang perlu extra effort masyarakat dan konsumen apakah bener sertifikat induk terdaftar di BPN. Kita pun dorong BPN dan lembaga lain kerjakan proses digitalisasi. Jadi pemeriksaan tidak mesti datang, dapat online, tak mesti datang. Itu paling memungkinkan dilaksanakan di republik ini," tambahnya.

Hati-hati Kena Tipu, Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Rumah