5 Komponen Mobil Bekas yang Harus Dicek Sebelum Anda Beli

5-Tips-Memilih-Baju-Tidur-Anak-Perempuan-yang-Nyaman

Permintaan mobil bekas terus meningkat setiap tahun khususnya momen jelang mudik lebaran. Kalau Anda memang tertarik membeli mobil bekas, tetap utamakan kualitas mobil dari perawatan pemilik sebelumnya. Pastikan bahwa mobil bekas yang Anda beli memang siap dijadikan sarana transportasi harian atau akomodasi mudik ke kampung halaman. Anda yang tidak memiliki cukup dana, bisa mempertimbangkan kredit mobil bekas dibandingkan beli mobil secara tunai. 

Komponen Mobil yang Harus Dicek 

Selain memeriksa performa mesin masih bagus atau tidak, Anda juga harus memperhatikan fungsi kelistrikan mobil masih normal. Jika abai terhadap masalah kelistrikan, risiko terjadi korsleting atau kebakaran bisa saja terjadi. Anda tidak ingin membeli mobil yang rusak, bukan? Simak komponen kelistrikan mobil yang harus Anda cek berikut ini. 

1. Alternator 

Pastikan Anda mengecek alternator yang berfungsi untuk menyuplai listrik ke dalam aki. Jika komponen alternator bermasalah, maka aki tidak mendapatkan suplai listrik sehingga tekor atau Anda harus sering melakukan setrum aki. 

Cara mudah untuk mengecek alternator adalah memperhatikan indikator aki pada panel dashboard mobil yang menyala pertanda alternator bermasalah. Selain itu, Anda bisa menggunakan cara menempelkan lampu LED ke konektor lighter atau alat voltase yang lebih akurat. 

2. Kabel negatif 

Komponen kelistrikan yang harus Anda cek saat membeli mobil bekas adalah memastikan kabel negatif lebih merata pada bodi mobil. Anda bisa menggunakan grounding kit untuk menambahkan kabel negatif pada mobil yang telah berusia lebih dari 7 tahun pemakaian. 

3. Aki mobil 

Kredit mobil bekas dengan harga murah, namun memiliki kondisi komponen kelistrikan yang kurang maksimal harus diperhatikan kembali. Anda harus mengecek bagian aki mobil yang berfungsi menyuplai listrik ke beberapa komponen pendukung seperti lampu, wiper, AC, sistem audio, dan lain-lain. Pemilik yang rajin mengganti aki setiap 2-4 tahun sekali bisa memberikan jaminan bahwa aki mobil memiliki fungsi optimal. 

Anda juga harus tahu bahwa mobil bekas dari Jepang biasanya masalah aki tidak begitu serius kecuali aki memang soak dan perlu penggantian. Kalau Anda tertarik membeli mobil bekas dari Eropa, aki merupakan komponen penting yang harus diperiksa. Aki dari mobil bekas Eropa biasanya melemah setelah garansi usai dan bisa menyebabkan arus tidak stabil. Aki mobil Eropa harus selalu prima terutama arus dan voltase agar tidak merusak komputer mobil. 

4. Relay kit 

Cek bagian relay kit yang berfungsi untuk memberikan suplai listrik berkualitas pada bagian yang membutuhkan. Kalau tidak bekerja secara optimal, relay kit yang bermasalah bisa menyebabkan konsleting pada kendaraan. 

5. Sambungan kabel 

Selain memastikan bahwa semua komponen kelistrikan berfungsi dengan baik, Anda wajib mengecek bagian sambungan-sambungan kabel. Anda harus mengganti bagian kabel yang rusak atau putus dengan kabel baru atau memberikan penutup berupa isolasi yang rapat. 

Kalau Anda hendak membeli mobil bekas, pastikan mengecek seluruh komponen kelistrikan berfungsi normal, ya! Kalau surat-surat sudah lengkap, bodi dan interior mobil mendukung kenyamanan penumpang, maka Anda bisa meminta test drive untuk menguji kemampuan mobil berkendara di jalanan. 

Tertarik membeli mobil bekas berkualitas? Segera lakukan pengajuan kredit mobil bekas di Garasi.id yang lebih mudah dan cepat. Anda hanya perlu memilih jenis mobil dan leasing pilihan, maka pihak Garasi.id akan segera menghubungi Anda untuk melakukan kelanjutan transaksi. Kredit kilat mobil pilihan Anda lebih praktis dan bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial Anda. Dengan maksimal sistem tenor 7 tahun, apakah Anda tertarik untuk kredit mobil menggunakan partner BCA Syariah yang aman dan terpercaya? 

5 Komponen Mobil Bekas yang Harus Dicek Sebelum Anda Beli